Kompetensi guru profesional

Dalam Peraturan Pemerintahan (PP) Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bab VI pasal 28 ayat 3 dinyatakan bahwa guru minimal memiliki empat kompetensi (a) kompetensi pedagogik (b) kompetensi kepribadian (c) kompetensi profesional (d) kompetensi sosial. Kompetensi keguruan meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.

Untuk masing-masing kompetensi diuraikan secara ringkas sebagai berikut: Baca lebih lanjut

Karakter….?

Guru merupakan suatu pekerjaan profesional. Untuk dapat melaksanakan tugas tersebut dengan baik, selain harus memenuhi syarat-syarat kedewasaan, sehat jasmani dan rohani, guru juga harus memiliki ilmu dan kecakapan-keterampilan keguruan. Ilmu dan kecakapan-keterampilan tersebut diperoleh selama menempuh pelajaran di lembaga pendidikan guru.

Selain pengetahuan dan kecakapan-kecakapan, ada beberapa karakter yang harus dimiliki oleh guru profesional, yaitu : Baca lebih lanjut

Paikem…?

A.    Pengertian PAIKEM
PAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Selanjutnya, PAIKEM dapat didefinisikan sebagai: pendekatan mengajar (approach to teaching) yang digunakan bersama metode tertentu dan berbagai media pengajaran yang disertai penataan lingkungan sedemikian rupa agar proses pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Dengan demikian, para siswa merasa tertarik dan mudah menyerap pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan. Selain itu, PAIKEM juga Baca lebih lanjut

PAIKEM Solusi Mengajar Modern

Sahabat Guru Indoensia, saya ingin bertanya satu hal yaitu “ Apakah Tujuan pendidikan ? Apakah tujuan sekolah itu hanya untuk melatih siswa agar lulus ujian dan memperoleh nilai yang baik, atau apakah ? , Baiklah seperti yang kita ketahui bersama pernyataan yang diutarakan oleh JeanPiaget tentang pendidikan, beliau mengatakan pendidikan itu adalah “ Melatih para pelajar berfikir sendiri dan tidak menerima begitu saja gagasan pertama yang mereka terima ?”. Bagaimana, kita sepakat terhadap jawaban Jean Piaget itu ? Ok, baiklah kita akan lanjut bahasan berikutnya. Baca lebih lanjut

Hukum Menggerak-gerakkan Jari dalam Shalat

Berikut ini diketengahkan ulasan lain tentang menggerakkan telunjuk pada saat tahiyat, seperti yang pernah dibahas sebelumnya. (redaksi)

Jika kita perhatikan, saat duduk tasyahhud dalam shalat memang tidak semua orang menggerakkan jari telunjuk dengan cara yang sama. Ini semata-mata karena perbedaan ulama dalam memahami hadits. Perbedaan ini terjadi sejak zaman tabi’in dan ulama mazhab. Perbedaan ini tidak menyebabkan tidak sahnya shalat dan tidak pula menyebabkan kesesatan, karena perbedaannya dalam hal furu’iyah yang masing-masing mempunyai dalil hadits Rasulullah SAW. Baca lebih lanjut