Lupa dan Ragu dalam Shalat

Lupa adalah sifat bawaan manusia seperti bunyi maqolah al-insan mahallul khatha’ wan nisyan. Begitu akutnya lupa bagi manusia, sehingga fiqihpun memberikan ruang istimewa bagi mereka yang benar-benar lupa. Misalkan lupa makan atau minum ketika berpuasa, maka hal itu dianggap sebagai rizki dan tidak membatalkan puasa. Hadits Rasulullah saw mnegatakan: Baca lebih lanjut

Puasa Sunnah Enam Hari di Bulan Syawal

Mengenai puasa sunnah enam hari di bulan Syawal terdapat dua hadits yang sangat terkenal, pertama:

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)

“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].”

Kedua: Baca lebih lanjut

Ragu dalam Berwudhu

Siapapun orangnya tidak akan pernah merasa senang dalam keadaan ragu. Keraguan seringkali menimpa seseorang yang alpa dalam berkonsentrasi. Kealpaan ini biasa terdapat dalam beberapa hal yang bersifat rutinitas, seperti halnya wudhu. Intensitas berwudhu seorang muslim jauh lebih sering dari pada mandi. Karena tuntutan bersuci dalam berbagai ibadah. Mulai dari shalat, membaca al-qur’an, thowaf dan lain sebagainya.Dengan demikian, wajar jika perasaan ragu terjadi ketika berwudhu. Oleh karena itulah sebelum berwudhu dianjurkan untuk berdo’a terlebih dahulu minimal membaca basmallah, bismillahirrahmanirrahim. Baca lebih lanjut

Mana Lebih Afdhal, Haji Kesekian Kali atau Bersedekah?

Seperti kita ketahui bersama bahwa haji merupakan salah satu rukun Islam, sebagaimana sholat dan zakat. Setiap orang yang sudah muslim yang mampu wajib melaksanakannya. Perhatikan Ali Imrah ayat 97 “…mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. Haji sendiri fardhunya sekali dalam seumur hidup. Adapun haji selanjutnya sunnah hukumnya. Lantas lebih utama Baca lebih lanjut