Syarat Ilmu Manfaat…?

Ketika seseorang sedang menyantri dan berharap ilmunya kelak bermafaat, pertama kali yang harus didahulukan yaitu mengetahui Sang Kiai dan keluarganya, serta isi hatinya. Jangan melihat besar dan kecilnya kitab yang dibaca.
Mengapa demikian? Karena dengan tunduk patuh dan menghormati serta tidak pernah menyakiti hati Sang Kiai, ridla guru akan membuka tabir hijab kebodohan (futuh) pada diri santri.  Dengan futuhnya hati, Sang Murid akan mampu dan mudah untuk memahami serta mengamalkan ilmunya.
Dikisahkan, Imam Syafii akhirnya lebih masyhur kealimannya melebihi gurunya. Rahasia apa? Tunduk, patuh dan hormat kepada Sang Guru. Sampai-sampai ketika guru Imam Syafi’i menyuruh untuk membuang tinja dari buang air besar gurunya, Imam Syafi’i dengan tidak segan-segan membuang menggunakan tangannya sendiri, lalu dimasukkan ke dalam lubang dan di tutup dengan debu. Masya Allah.
Inilah pentingnya tunduk patuh dan hormat dengan guru. Karena ridla guru akan selalu mengiringi perjalanan hidup dan spiritual Sang Murid. Wallahu A’lam (dawuh abuya) Sumber : http://www.thohiriyyah.com